Wednesday, 7 June 2017

Si Sepi Yang Lebih Suka Matcha daripada Kopi

Perkenalkan, aku adalah si sepi yang benci sendiri.
 Aku adalah jemari yang tak suka diselipi cincin. 
Polos saja, biar sederhana asal bermakna. 
Aku adalah si sepi, benci sendiri tapi suka menyendiri, tidak juga kepada orang lain menjadi anti. 
Aku hanya lebih senang mengamati, daripada berceracau penuh bara api. 
Bagiku, sunyi adalah hal paling asyik untuk merenungi, siapa aku dan sudah sepantas apakah aku. 
Perkenalkan, aku adalah si sepi yang terlihat asyik dengan dunia sendiri. 
Aah, aku hanya si introvert, yang bisa sehangat oven, tapi juga sedingin freezer. Kalau mau tahu aku, silahkan masuk. 
Ku sediakan sebuah kursi dan meja. 
Ada teh hangat di sana. 
Sebagai perkenalan, asal kau tahu, aku lebih suka matcha daripada kopi. 
Mau mampir?
Tasik malaya, 04 Februari
Aisyah

Friday, 23 September 2016

AKU MENYUKAIMU

Sekarang biar ku sampaikan pada alam,Dan jujur sama tuhan..
Biarlah kau tidak mengenalku,
Atau mendengar banyak suaraku,
Atau bahkan diam lama bersamaku,
Cukup ku katakan 
"AKU MENYUKAIMU"
Kau sederhana banget menurut pandanganku,
Namun aku takut mengatakan langsung kepadamu.
Kau sederna banget menurut fikiranku,
Tapi aku tidak punya keberanian lebih untuk jujur langsung kepadamu.
Kau sederhana banget menurut hatiku,
Hingga aku berfikir panjang untuk menyentuh hatimu.
Biarlah keikhlasan angin menyampaikan suaraku,
Untuk menyentuh telingamu.
Biarlah keikhlasan malam yang mengiringku kedalam mimpimu,
Untukku berkata....
Sungguh..
"AKU MULAI MENYUKAIMU & MENYUKAIMU"

Yogyakarta, 23 september 2016

Tuesday, 26 April 2016

WANITA MASA KINI

Jangan terkejut.
Jangan cepat menilainya buruk.

Bukankah ini yang terjadi?
Dan ini kebanyakannya terjadi!
Manusia hanya dibilang manusia,
Tapi tidak benar-benar jadi manusia.

Ini bukan mimpi, tapi nyata.
Sudah berkeliaran dimana-mana.

Bukan tidak ada yang mengatakan,
Tapi, sulit menemukan yang mendengarkan.
Bukan pula sulit mendengarkan,
Hanya saja sering tidak dilakukan.

Waktu tidak lagi jadi waktu.
Tapi hanya jadi waktu yang di ulur.
Bukan hanya satu, seringkali kebanyakannya mengulur.

Jangan terkejut.
Jangan cepat menilainya buruk.
Itulah dirimu.

Yogyakarta, 26 April 2016

Sunday, 24 April 2016

SENJA DISENYUMMU

SENJA DI SENYUMMU

senja di senyummu
telah mampu menyapa mindaku.
akankah semua berlalu,
atau semua ujianku.
bukan pula ku yakini takdir.

senja di senyummu
masih kutunggu fajar disenyummu.
takku harap semua berlalu sia,
atau bahkan harus, tidak menghargai masa.

senja di senyummu
dengan keyakinanku, bukan kebencianmu.
bukan pula salah tingkahku.
introspeksi diri, mungkin itu kewajibanku.
kuyakini pula kebenarannya.

senja di senyummu
andaikan aku boleh menyampaikan.
ku harap pula kau sambut dengan keikhlasan.
akan kembalikah fajar?
terbitkah terang sehabis gelap?

senja di senyummu
cukup mengundang berjuta sapa pada mindaku.
satu persatu harus kutafsirkan sendiri.

senja di senyummu
semoga tidak benar-benar berlalu.
senja di senyummu
semoga tidak mengekangku.
senja di senyummu
semoga menyimpan asaku
senja di senyummu
semoga terbitlah fajar senyummu

yogyakarta, 24 April 2016, 02:24 am

Moh Hasib

Thursday, 14 April 2016

KEBAHAGIAAN TELAHPUN BERLALU

KEBAHAGIAAN TELAHPUN BERLALU

Kebahagiaan telahpun berlalu
Jangan kau bilang;
kau akan membiarkan dirimu kaku
Tawa tak lagi dalam hidupmu
Hidup yang malang jadi tawa jutaan orang

Kebahagian telah pun berlalu
Jangan kau bilang;
Kau akan membiarkan dirimu diam begitu saja
Engkau diam setan dimana, ketawa-ketawa bersuka ria

Engkau harus ganti dirimu
Dengan dirimu yang baru, yang mampu membawamu ke sorgawi

Engkau harus berharap pada tuhan dan dirimu
Bahwa sebagian dalam hidupmu mengandung ribuan bahkan jutaan kalam-kalam sorgawi

Engkau tak patut kaku
Dunia masih belum engkau genggam
Engkau tak pantas diam
Beribu kebaikan belum kau pangku

Dimana ada masalah
Disitulah kau harus bangkit
Dimana ada kesulitan
Disitulah semangat harus kau ungkit
Dimana ada pemikiran memilukan
Disitulah pemikiranmu harus kongkrit

Kebahagiaan bukan terletak pada diri satu orang,
Hakikatnya kebahagiaan adalah rahmat tuhan
Kebahagiaan bukan hanya satu kali
Sejatinya kebahagiaan adalah anugerah sang ilahi

Jangan kau rasa pantas dalam keterpurukan
Membiarkan dirimu bernaung dalam keputus asaan
Jangan kau rasa perlu larut dalam kepedihan
Membiarkan dirimu mengharap akan kebinasaan
Jangan kau rasa patut bersemedi dalam angan
Angkat badanmu dan mulailah menghadap tuhan

Sadarlah, 

Dalam kebahagiaan ada bahagia
Dalam ketawaan ada tawa
Dalam kepedihan ada pedih
Dalam tangisan ada tangis
Dan dalam kesempurnan itu sendiri tak akan nyata tanpa adanya sempura

Yogyakarta, 14 April 3016

Moh Hasib

Sunday, 10 April 2016

MENUJU KEMATIAN

MENUJU KEMATIAN;

Ya Tuhan…
Terima kasih atas kesempatan yang telah engkau berikan untuk menjalani hidup
Terima kasih atas segala isinya yang engkau berikan
Terima kasih atas kebahagiaan yang telah engkau limpahkan
Terima kasih atas kebahagiaan yang hamba fikir hanya sesaat, namun itu sudah cukup lama.

Adakalanya hamba harus bersabar dengan apa yang engkau berikan, ketika itu bukan merupakan kehendak hamba.
Adakalanya hamba harus menerima apa adanya tanpa harus bersorak kepahitannya.
Engkau memiliki jalannya dan engkau menentukan jalannya
Sunngguh hamba hanya makhluk paling kecil diantara yang kecil

Ya Tuhan…
Terima kasih atas kesempatan yang telah engkau berikan kepada hamba untuk mengukir sebuah cerita
Sebuah cerita yang nantinya akan dikenang sepanjang masa
Sepanjang masa dan tiada hentinya.

Walau terkadang ceritanya kelihatan aneh,
Terlihat mengerikan, terlihat memilukan.
Namun, itulah kehendak engkau, yang ingin melihat seberapa besar kesabaran hamba dalam menulis sebuah cerita

Ya Tuhan..
Ketika hamba sudah sedewasa sekarang, baru hamba sadar.
Hidup yang sebenarnya adalah mundur kebelakang
Ketika tuhan memberikan umur ketika dalam kandungan kemudian setiap detik berkurang
Hidup yang sebenarnya adalah memperjuangkan kematian
Melangkah menuju kematian dan bertingkah untuk kematian

Ya Tuhan…
Jika kesempatan buruk berada dalam hidup hamba, berikanlah juga kesempatan baik
Jika kesempatan sedih berlimpah dalam hidup hamba, berikanlah juga kesempatan bahagia yang berlimpah
Jika kesempatan mati pasti akan hamba rasakan juga, terima kasih atas kesempatan hidup yang telah engkau berikan untuk hamba

Allahu Ghafur..
Ampunilah segala dosa yang menyelimuti hamba
Allahu Rahman..
Terimalah do’a hamba
Allahu Rahim..
Berikanlah kesejahteraan hidup dalam menghadapi kematian
Allahu Hasib..
Jangan hitung dosa-dosa yang telah berlalu, mohon hapuskanlah
Amin..amin..amin…Ya Robbal Alamin…..

Yogyakarta, Ahad, 10 April 2016

Moh Hasib



Saturday, 2 April 2016

BAIK

BAIK
Katanya, aku dengar kau baik
Aku lirik-lirik kamu memang baik
Katanya, aku dengar kau cantik
Aku lihat-lihat kau hanya baik
Katanya, aku dengar kau selalu menarik
Aku tarik-tarik kesimpulannya kau tetap baik
Aku dengar dari semua mulut
Kuhaturkan kepadamu menjadi sebuah kata yang berlutut
Yang tak sedikitpun menunjukkan rasa salut
Namun, ianya hanya beriring takut
Kau bisa mengubah dunia!
Sebab apa?
Karna apa?
Dengan apa?
Kok bisa?
Katanya, aku dengar-dengar kau unik
Aku tatap-tatap kau adalah baik
Katanya, aku dengar-dengar kau karismatik
Aku fikir-fikir seribu daya aku fikir
Kau tetaplah baik
Kau tak cantik kau tak menarik
Kau tak unik kau tak karismatik
Kau hanyalah baik cukup dengan baik
Usah tontonkan segalanya
Bagiku baik tetaplah baik kau tidak perlu menjadi baik
Bagiku baik adalah baik kau tak perlu mencari baik
Kau adalah baik dari baik yang tercipta dari baik untuk baik
Kau adalah baik dan segalanya untuk baik
Bukan karna cantik kau baik
Bukan karna menarik kau baik
Bukan karna unik lantas kau baik
Bukan karna karismatik kau baik
Kau memanglah baik dari baik
Kau cukup menjadi baik
Insyaallah baik
Akhirilah semuanya dengan baik
Yogyakarta, 02 April 2016